Facebook
 
 

01.10.202003:21 Tinjauan Analisis Forex: Gambaran GBP/USD. 1 Oktober. London dan Brussels serentak menyatakan bahwa mereka tidak akan menyerah dan memulai babak baru negosiasi.

Timeframe 4 jam

Exchange Rates 01.10.2020 analysis

Detail teknikal:

Channel regresi linear atas: arah - ke atas.

Channel regresi linear bawah: arah - ke bawah.

Moving average (20; smoothed) - ke atas.

CCI: 119.7727

Pada Rabu, 30 September, pound Inggris yang dipasangkan dengan dolar AS juga diperdagangkan dengan sangat tenang. Sepanjang perdagangan kemarin, muncul banyak informasi menarik untuk pasangan GBP/USD, mulai dari debat Trump-Biden dan diakhiri dengan perilisan PDB di Inggris dan AS untuk kuartal kedua 2020. Namun, trader tidak mempertimbangkan semua informasi yang tersedia ini penting. Hasilnya, kuotasi pertama terkoreksi ke garis moving average, setelahnya mereka mencoba melanjutkan kenaikan yang mereka mulai. Pound sekarang berada dalam situasi fundamental yang lebih sulit dari euro. Pertumbuhan mata uang Eropa terhenti oleh kekhawatiran trader terkait pembelian mata uang ini di dekat level tertinggi dua tahun. Selain itu, ECB menilai bahwa nilai tukar euro saat ini terlalu tinggi, jadi apresiasi lebih lanjut dapat menyebabkan intervensi mata uang, yang juga dikhawatirkan trader. Dengan pasangan GBP/USD, situasi tetap sama dimana tidak ada alasan untuk beli dolar maupun pound. Latar belakang di AS dan Inggris sama-sama lemah dan buruk.

Apa saja berita penting yang datang dari Inggris kemarin? Pertama, Parlemen Inggris meloloskan "UU Johnson" dalam sidang kedua. Sekarang, undang-undang ini akan dikirimkan ke House of Lords untuk revisi dan amandemen, setelahnya voting final akan dilaksanakan. Sebagian besar pakar masih percaya bahwa undang-undang ini tidak lebih sebagai cara untuk memberikan tekanan pada Uni ERopa dan memaksanya untuk membuat kelonggaran. Bagaimanapun, babak final negosiasi antara Brussels dan London mengenai perjanjian pada masa depan hubungan kedua negara juga dimulai pada hari Selasa. Namun, Wakil Presiden Komisi Eropa Maros Sefcovic mengatakan bahwa Uni Eropa tidakan akan memberikan kelonggaran pada Inggris, yang akan mengadopsi undang-undang kontroversial "mengenai pasar internal" dan dengan demikian melanggar perjanjian pada perbatasan Irlandia Utara dengan UE. Tak lama setelahnya, pernyataan yang sama dikeluarkan oleh ketua negosiator dari Inggris, David Frost, yang mengatakan bahwa London ingin mendapatkan kemerdekaan penuh dari Uni Eropa, dan tidak terikat di banyak area. Sehingga tidak jelas mengapa tahap final negosiasi ini benar-benar dibutuhkan. Kedua belah pihak pada dasarnya hanya minum teh dan membahas sepak bola. Tidak ada yang percaya akan adanya pencapaian perjanjian. Sementara itu, anggota pemerintah Inggris, Michale Gove, mengulangi perkataan PM Inggris Johnson bahwa undang-undang yang telah disetujui adalah jaminan jika kesepakatan dengan Uni Eropa tidak tercapai. Gove tidak berkomentar mengenai fakta bahwa adopsi dan penerapan undang-undang ini akan menyebabkan pelanggaran besar terhadap hukum internasional.

Dengan demikian, sulit untuk pound untuk mengharapkan "masa depan yang cerah" dengan Boris Johnson. Dan dolar AS - dengan Donald Trump. Jika situasi untuk mata uang AS dapat diselesaikan dalam sebulan, maka PM Inggris masih dapat memimpin Inggris untuk waktu yang sangat lama.

Sementara itu, situasi dengan virus corona di seluruh dunia terus memburuk. Di AS, sekitar 40.000 kasus baru masih tercatat setiap harinya. Di Inggris, anti-rekor tiga hari lalu diperbarui kemarin - ditambah 7.156 kasus COVID-19. Dengan demikian, di kedua negara yang menarik dalam pasangan GBP/USD, tidak ada peningkatan dalam situasi epidemiologi. Inggris, selain semua masalah yang telah dihadapi, dapat mengarah ke permasalahan ekonomi yang baru, tak kenal waktu dan tak terduga. Faktanya adalah jika gelombang kedua pandemi lebih kuat dari yang pertama (dan jumlah kasus harian infeksi lebih tinggi di musim semi), ini akan berpotensi menjadi pukulan telak lainnya untuk ekonomi. Selain gelombang pertama pendemi dan krisis, selain Brexit, selain minimnya kesepakatan perdagangan dengan AS dan Uni Eropa. Namun London menandatangani perjanjian senilai $15 miliar dengan Jepang. Pada dasarnya, ini adalah sarkasme.

Untuk statistik makroekonomi, Produk Domestik Bruto Inggris, meskipun direvisi naik, masih mencapai rekor minus 19,8% dalam skala per kuartal, dan minus 21,5% dalam skala tahunan. Dengan demikian, sangatlah sulit untuk mata uang Inggris mengharapkan dukungan dengan angka-angka seperti ini. Di AS, angkanya tidak lebih baik. PDB untuk kuartal kedua di Amerika sebesar -31,4% q/q. Hanya laporan ADP pada perubahan dalam jumlah pegawai di sektor swasta yang menunjukkan kenaikan yang lebih besar dibandingkand engan ekspektasi para pelaku pasar (749.000 dibandingkan dengan 650.000). Namun, dolar AS tidak memperoleh 10 poin pada laporan ini, sekali lagi membuktikan bahwa statistik makroekonomi sekarang hampir tidak memiliki arti bagi trader. Apa yang dapat kita bahas mengenai indeks pengeluaran konsumsi pribadi untuk kuartal kedua dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi? Mereka tidak berarti sama sekali.

Dari sudut pandang teknikal, pasangan ini telah melambung dari garis moving average, jadi kenaikan dapat berlanjut. Pada waktu yang sama, selama harga tidak melewati maksimum lokal sebelumnya (1.3000), tidak ada artinya memikirkan mengenai prospek tinggi pound. Pembeli perlu membuktikan kekuatan dan keinginan mereka untuk mendorong pound naik kembali. Dan seperti yang telah kami katakan, sangat sedikit alasan fundamentam untuk ini. Dan di bawah garis moving average, bears akan kembali ke pasar.

Exchange Rates 01.10.2020 analysis

Volatilitas rata-rata GBP/USD saat ini 121 poin per hari. Untuk pasangan pound/dolar, angka ini "tinggi". Pada Kamis, 1 Oktober, oleh karena itu, kami mengharapkan pergerakan di dalam channel yang dibatasi oleh level 1.2783 dan 1.3025. Reversal baru indikator Heiken Ashi ke bawah dapat mensinyalkan mengenai potensi kelanjutan penurunan.

Level support terdekat:

S1 – 1.2878

S2 – 1.2817

S3 – 1.2756

Level resistance terdekat:

R1 – 1.2939

R2 – 1.3000

R3 – 1.3062

Rekomendasi trading:

Pasangan GBP/USD melanjutkan kenaikannya pada timeframe 4 jam, melambung dari garis moving average. Dengan demikian, hari ini disarankan untuk tetap dalam posisi long dengan target di 1.2939 dan 1.3000 selama indikator Heiken Ashi mengarah ke atas. Disarankan untuk trading pasangan ini ke bawah dengan target di 1.2783 dan 1.2695 jika harga kembali ke area di bawah garis moving average.

*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.

Paolo Greco,
Ahli analisa
InstaForex Group © 2007-2021
Manfaat dari rekomendasi para analis saat ini
Akun trading teratas
Buka akun trading

Tinjauan analitis InstaForex akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaForex, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.